Sisa Hidup yang Bahagia


Pelajaran Olahraga hari ini, seluruh siswa disuruh untuk bermain basket. Tapi, aku sama sekali tidak bisa memainkan bola pantul tersebut.
“Hey Karina, cepat ambil bola itu, dan mainkanlah dengan benar!” kata guru olahraga ku sambil menunjuk kea rah bola basket itu. Dengan ragu aku mengambil langkah untuk mencapai bola tersebut. Belum sempat aku mengambil bola itu, bolanya sudah direbut oleh Rangga. Dia seorang yang kusukai dari dulu, aku menaruh hati padanya sudah lama, dan tidak ada satupun yang mengetahuinya, kecuali diriku, dan Diary ku.
“ehh.. emm… sini bola nya!” kata ku gugup sambil menadahkan tanganku di depan bola yang ia pegang. “emang lo bisa main bola basket? Hahaha..” Rangga meledekku. “lo gak pernah liat gue main sih, makanya lo belum tau kehebatan gue!!” aku menantangnya. “oh yaa?? Silahkan coba !!” kata Rangga sambil memberikan bola basketnya kepadaku.
Aku bingung apa yang harus aku lakukan, sedangkan aku sama sekali tidak bisa bermain basket! Dengan percaya diri, aku mencoba memainkannya, walaupun tidak menggunakan teknik bermain basket yang benar. Sampailah aku di depan ring basket, dengan sekuat tenaga, aku berusaha agar bola yang ku pegang dapat masuk ring dengan sempurna. Tapi yang terjadi? Hasilnya nihil! Bolanya melambung dengan salah! Dan yang terjadi sekarang, aku harus menanggung malu, karena semua orang dilapangan mentertawakanku.
Rangga menghampiriku dengan mulut yang belum bisa berhenti tertawa. “apa lo?” aku membentaknya  karena kesal dengan sikap dia. “hahaha.. ini yang dinamakan hebat?? Hahaha… sini, gue ajarin” kata Rangga sambil memegang tanganku. Aku benar-benar gugup saat dia memegang tanganku.
“lo diem disini ya, liat apa yang gue lakuin!” perintah Rangga, sedangkan aku terduduk di kursi lapangan. Dia memegang  bola dan memantulkannya dengan lincah, alhasil, tercetaklah 2-3 gol. Aku bertepuk  tangan berkali-kali ketika Rangga memasukan bola ke dalam ring. Saat aku sedang bertepuk tangan,kepalaku terasa pusing dan tidak bisa tertahankan. Aku pun jatuh pingsan saat itu juga. Rangga menghampiriku dan berusaha membangunkan tubuhku yang terbaring lemas “Karina, bangun karina!! Pliiss!!”. Akhirnya Rangga membawaku ke ruang UKS untuk istirahat. Setelah sadar, di sekelilingku hanya ada Rangga, dan perawat di UKS. “karina, akhirnya lo bangun juga!!”  ujar Rangga dengan senang sambil memegang tanganku dengan erat. Aku tidak bisa berkata apa-apa saat itu. Aku tidak tahu apa yang dirasakan Rangga sehingga ia berani memegang tanganku begitu erat.
Akhirnya, aku berani mengucapkan sepatah kata kepada Rangga “Rangga, ngapain lo disini? Kenapa bukan temen gue disini??” dengan tersenyum Rangga  menjawab “gue  gak tega sama lo! Gue gak mau lo kenapa-napa.” Tak kusangka, Rangga begitu perhatian denganku. Saat itu aku terbisu dan hanya dapat melempar senyum ke orang yang ku sayangi. “Karina, Pulang yuk, sudah terlalu lama kita disini.” Ajak Rangga. “ha?? Berapa lama gue pingsan?? Sampe udah pulang aja??” tanyaku sangat kaget. “seharian ini lu pingsan! Seharian ini gue ninggalin pelajaran demi lo rin!” oh my god, segitu banget perhatiannya. “sini gue bantu bangun!” tawar Rangga sambil menggotongku ke depan mobilnya. “silahkan masuk!” kata Rangga sambil membukakan pintu mobilnya.
“gue duduk di depan??” kataku sedikit heran. “iya laah, kalo lu di belakang, nanti gue dikira supir lu lagi?? Haha..” canda Rangga.
Setelah aku duduk dengan posisi yang tenang, Rangga menyalakan mobilnya dan melaju menuju rumahku.  
Di tengah jalan, dia memulai  perbincangan kami.
“Rin, hari ini lo keliatan bedaaa banget sama Karina yang gue kenal J” ujar Rangga sambil menatapku.
“beda apanya Rang?” tanyaku kepada Rangga.
“lo keliatan cantik banget!!” ujar Rangga sambil menyetir.
Gleeekk… aku hanya bisa menelan ludah saja, tangan dan kaki ku sudah dingin, bahkan jantungku berdebar dengan sangat cepat. Pipiku menjadi tomat segar. Warnanya sangat merah. Tak ku sangka, idola ku berkata itu kepadaku.
Sampailah dirumahku. Seebelum Rangga menyuruhku untuk turun, dia menatapku dalam. Aku makin deg-degan saja. “Rangga!!! Gue turun yaa, makasih tebengannya..!!!” aku mengucapkannya agak keras, untuk menyadarkan Rangga. “oh yasudah, bye cantiiikk”katanya sambil melambaikan tangan kepadaku. “husss.. udah sono pulang, ga usah gombal mulu..!!” kataku sok jaim dengan Rangga.
Aku memasuki rumah, dan menulis diary ku. Ku tulis kejadian hari ini yang aku alami begitu menyenangkan. Ketika sedang menulis diary, darah menetes diatas kertas diary ku. Aku kaget. Sangat kaget!. Ku pegang hidungku, ternyata, itulah sumber darah itu keluar. Aku mimisan. Saat itu, aku sudah tidak sadarkan diri. Aku pingsan diatas diary yang masih terbuka, tak peduli siapa orang yang akan melihatnya.
Setelah aku sadar, aku sudah berada dirumah sakit. Saat itu, aku sangat heran, kenapa ada Rangga disampingku dan membaca Diary ku. Tanpa basa basi lagi, aku merebut diary ku dari tangan Rangga “Ngapain sih lo, baca-baca diary orang?? Ini tuh privacy tauu!!!” kataku benar-benar kesal dan malu. Karena, di diary ku semua ku ceritakan tentang perasaanku padanya.
“maafin aku ya, tadi mama kamu yang suruh aku baca diary itu, mama kamu juga yang suruh aku kesini.”kata Rangga minta maaf kepadaku. “aah,, kenapa sih mama suruh kamu baca diary aku???” aku berteriak sekencang mungkin. “ssttt… diamlaah…” kata Rangga sambil meletakkan telunjuknya ke depan bibirku”.
Mama masuk ke dalam ruangan, “Karina, tadi mama suruh Rangga kesini, karena mama mau kasih sesuatu yang special buat kamu, mama tau perasaan kamu, dari buku diary ini. Makanya mama suruh Rangga kesini untuk temani kamu.” Jelas mama “tapi maa,, kenapa harus buku diary sih yang mama tunjukin ke Rangga??” aku benar-benar malu, karena rahasia ku yang ku pendam, benar-benar sudah terbongkar. “kamu tau? Mama mau kasih kamu yang special di hari-hari terakhir kamu kar.” Kata mama sambil meneteskan air matanya. “apa masud mama?? Hari terakhir aku??”aku kaget ketika mama berkata seperti itu. “kamu, divonis  terkena kanker otak, dan kata dokter, umur kamu sisa 5-6 bulan lagi” kata mama sambil menangis. Aku pun ikut menangis saat mendengar kenyataan pahit itu. “maaa,, karina gak mau sakit!! Karina belum siap mati maaa!!” aku terus menjerit. Rangga yang berada di sini juga ikut menangis. “tante, sebaiknya tante keluar dulu. Rangga mau coba tenangin Karina” kata Rangga sambil menyuruh mama keluar dari ruangan.
Rangga memulai.
“Karina, kamu jangan sedih.. kamu tau, apa yang aku rasakan setelah baca diary kamu??” Rangga menghapus air mataku yang tak berhenti mengalir.
“apa?? Merasa terhina? Gak suka sama aku?? Ya kaann???” aku terus membentaknya, dan melepaskan tangannya yang menempel di pipiku.
“nggak!! Saat aku baca itu, dalam hatiku, aku seneng banget..!! kamu bisa sayang juga sama aku.!! Kalo kamu tau, dari dulu aku mau banget bilang, kalo aku juga sayang sama kamu.. aku gak mau kamu kenapa-napa..” kata Rangga sambil membelai  rambutku.
“ha? Kamu gak mau aku kenapa-napa?? Tapi udah terlambat! Umurku tinggal sedikit lagi! Penyakitku udah gak bisa di sembuhkan!! Sebentar lagi, semua orang akan kehilangan sosok aku!!” aku menangis. Semakin keras aku menangis, semakin Rangga mendekati ku
“I love you! Aku sayang sama kamu! Aku mau jadi pacar kamu, disisa hidupmu! Aku mau buat kamu bahagia, di detik-detik terakhir kamu” Rangga berbisik kepada ku. Tak sadar, lama-kelamaan ia memelukku. Pelukannya membuat diriku terasa hangat. Aku membalasnya dengan sebuah pelukan juga. Rasanya tak ingin ku lepaskan pelukan Rangga itu.
Hari itu, aku sangat senang. Mendapatkan seorang jiwa yang aku sayangi. Yang aku impikan selama ini. Terimakasih Tuhan, engkau mengabulkan doa ku, untuk bisa bersamanya, disisa-sisa hidup ku.
Detik demi detik, jam demi jam dan hari demi hari, aku rasakan tanpa sakit yang melekat pada diriku. Karena di temani oleh seorang Rangga. Dia ajari aku untuk lebih kuat menghadapi cobaan ini.
Hingga pada akhirnya, aku kembali drop! Rasa sakit yang sudah lama tidak aku rasakan, kembali datang menyerbuku! Mulai dari mimisan, sampai aku harus masuk rumah sakit kembali.
Saat itu, aku benar-benar tidak kuat! Sakit sekali rasanya! Hingga aku meneteskan air mataku. Rangga memasuki ruangan ku, dan dia berkata “kamu harus kuat sayang!!” sambil mencium keningku. Aku hanya meneteskan air mata, dan membayangkan hal ini adalah terakhir dalam hidupku.
“Rangga, aku udah ga kuat nahan sakit ini!! Aku gak mau sakit terus!!” kata ku sambil memegang tangan Rangga.
“aku yakin kamu kuat, aku ada disini untuk kamu! Aku mau kamu sehat lagi!!” kata Rangga sambil menatap aku.
“kalau ini akhir dari hidupku, aku mau bilang sama kamu, makasih banyak! Kamu udah buat aku merasakan indahnya jatuh cinta dan dicintai! Dan hubungan kita selama 6 bulan terakhir ini, cukup sampai disini! Jangan ada yang keluarkan air mata! Kamu janji?” kataku sambil memberikan kelingkingku padanya.
Rangga menatapnya dan “JANJI!!!” dia mengkaitkan kelingkingku dengan kelingkingnya.
“Rangga, ini saatnya, aku bener-bener sakit! Kamu udah janji sama aku gak bakal keluarin air mata hanya karena aku. I love you” Kata-kata terakhir itulah yang mengakhiri hubungan ku selama ini. Aku sudah tenang sekarang. Tidak ada rasa sakit lagi pada tubuhku, beban pikiran, atau sesuatu yang membuatku resah.
“I love you too honey!! L” dengan sedih Rangga membalas ucapanku. Sebenarnya, ia ingin keluarkan air matanya, tapi, ia tidak mau ingkar kepadaku.
6 bulan yang indah selama aku hidup. Tanpa air mata! Walaupun, sakit rasanya, berat beban ditinggalkan seseorang yang dikasihi, pergi menjauh dari kehidupan ku. Bahkan, tidak lagi kembali. Tidak dapat menatap senyumannya, cerianya. 



RAISSYAH AZIZAH
@raissyahazizaah
SMP 2 BANI SALEH
RAWALUMBU, BEKASI

29 komentar:

  1. Eh eh eh, ko au nangis sich,.??

    BalasHapus
  2. ikh.. ya ampun sedih bgt...

    BalasHapus
  3. aturan cowoknya jgn rangga, aturan mamang ima aja

    BalasHapus
  4. Keren banget ceritanya sampe nangis bacanya :'(

    BalasHapus
  5. hikss hikss,,,,jdi nangis bacanya,.,.

    BalasHapus
  6. ngabisin sekotak tissue untuk ngapus air mata karna baca cerita ini. singkat tapi dengan ending yang sangat mengharukan. aaaa :'(

    BalasHapus
  7. pengen nangis bcanya... salut bwt yg bkin ceritanya y..

    BalasHapus
  8. ya ampun sedih bgt coz trnyt itu penulisnya hebat kyk mw nagis ni aq

    BalasHapus
  9. good job!!keren bgt sumpah!!
    knp mesti mati sih kan kasian kak rangga nya
    jadi sedih huhuhu....

    BalasHapus
  10. Sumpah bacanya terharu .. mau nangis ga bisa ,

    BalasHapus
  11. sumpah kerenz banget... endingnya sedih banget....



    -FINNA-

    BalasHapus
  12. sumpah bikin aku nangis

    BalasHapus
  13. gila! keren bgt sih ceritanya! harusnya, pas dioperasi gitu, karinanya malah sembuh.. kan kasian ka rangga nangis.. good job deh!!! aku tunggu cerita lainnya!

    BalasHapus
  14. terharu, ih. untung cowoknya bukan mamang ima, kalo mamang pasti aku bayangin gimana kalo bisma ditinggalin pacarnya, lebih terharu lgi..

    BalasHapus
  15. dari semua cerita, yg bikin nangis aku cuma ini. good luck. ceritanya mirip sama kejadian hidup gw, walaupun gk ada yg sakit.

    BalasHapus
  16. Sedih bgt ceritanya, bwat aku pengen nangiss :(

    BalasHapus
  17. huh. tanpa ku sadari air mataku mengalir membasahi pipiku.
    i love this !

    BalasHapus
  18. coba ceritanya lebih panjang. tapi gx papa ini jga seru ! I like it (y)

    BalasHapus
  19. Karina Turi L.23 Oktober 2011 00.14

    karina? aku karina. koq sama sih karina yg di situ dan karina aq, aku jga suka sma ka'rangga. dn ps aq bca, ya ampunnnnn...... sedih bgt. andai saja aq bneran pacaran sma ka'rangga, pi aq ga mau kanker otak.
    bagus banget deh.

    BalasHapus
  20. Embun Kharisma29 Oktober 2011 02.40

    huaaaaa sediiih mau aku banting di laptop huhuhuhu jangan buat yang sedih-sedih donk *agak jerit


    Tapi KEREEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEN KEREEEEEEN BANGEEEEEEEEEEEEEEEET terus berkarya ya :)

    BalasHapus
  21. Bonnie Daniella11 November 2011 05.55

    baguus bangeet deeh ,.
    selama tokoh utama cowonya Kak Rangga Dewamoela Soekarta ,.
    heheheh ,.
    ceritanyaaa ,.
    sumpah !!
    keren banget !!

    BalasHapus
  22. fathia alifia tsabita16 November 2011 23.48

    oh my god, sampe mau nangis! bagus banget ceritanyaa.... :D:D

    BalasHapus
  23. saluuuut berat buat yg bikinn ceritaaa!!! kenapa sehhh cerita itu bagus bangeeeeeeeeeeeeeeeeeeet.

    BalasHapus
  24. Keren !! (y)
    Menitikkan air mata lagi :')

    BalasHapus
  25. maya dewamoela S.3 Februari 2012 04.31

    maya feb 03 2012 19:25 PM

    kok cowoknya mesti rangga????
    Hiksss :( >:o tp sedih bgt,andai aku bisa ktemu ma ranggaaa

    BalasHapus
  26. tarik nafas panjang..tahan nangis nadya,,

    ^_^ NADYA ^_^

    BalasHapus
  27. Keren banget,, sampe nangis ggue bacanya :'(
    Tapii 1000 jempol deh buat yang bikin,, aku sampe kehabisan kata kata untuk ngucapun betapa bagusnya cerpen nie,, pokoknya Keren, menarik, pokoknya Specta jadaaarrr banget

    BalasHapus

Respect n Comment: