I Heart You Back My Boy

Hari ini hari pertama masuk sekolah setelah libur akhir semester I. Aku semangat banget buat ke sekolah hari ini. Turun dari motor aku langsung jalan dengan express menuju kelas. Setumpuk kertas dan majalah aku pegang erat. Sesampai di kelas aku langsung dikerubungi temen-temen.
"Bawa kan lu , Cel?" tanya sohib aku , Jane.
"Bawa dong!" jawabku bangga sambil mengangkat setumpuk kertas dan majalah. Aku emang udah janji sama temen-temenku di sekolah. Hari pertama abis libur aku bakal bawa data-data tentang SMASH. Jadi liburan ini aku abisin dengan browsing -ngeprint sama cari info majalah yang ada SMASH. SMASH emang lagi populer di kelas aku. Tapi ga dikit yang ga suka sama kesuksesan SMASH ini.
"Oke deh!" sahut temenku yang lain.
Kita jadi sibuk ngomongin SMASH. Tentang performance mereka pas di acara tivi. Seketika mejaku langsung ramai dikerubungi smashblast.
"GUE SUKA BISMAAA!!" jeritku.
"Gue mah lebih suka Reza, Cel. Macho! Suaranya ngebass!" temenku yang lain yang baru dateng nyeletuk.
"Gue juga suka Bisma, Cel ! Keren!" Jane emang punya selera sama kayak aku.
"Tapi Dicky juga cakep. Pake behel, kacamata. Cute banget! Yupiiii..." sahut temenku entah siapa. Karena mejaku jadi rame banget. Pada ngerubungi buat liat kertas-kertas sama majalah yang aku bawa. 
"Ahh.. apaan sih lu pada? Gaje banget tau ga? Dasar norak! Plagiat gitu!" celetuk temen aku yang emang centil dengan gayanya selangit. Dengan gengnya dia menatap gerombolan aku sinis. Maklum dia emang K-popers. Jadi dia nganggep SMASH itu plagiat. Padahal gak.
Aku langsung berdiri dan panas denger omongan cewe itu , "Apaan sih lu? Mereka tuh bukan plagiat!"
KRINGG...
"Yah... bel.. " Temen-temenku yang tadinya sibuk baca pada bubar. Dan emosiku terunda karena bel itu. 
Pak Bo masuk dengan jalan yang super lambatnya diikuti seorang cowo. Cowo itu pake behel yang keliatan banget karena dia lagi senyum sumringah dengan mata berbinar-binar. Dia pake kacamata fullframe hitam. Muka cowo ini emang familiar banget. Mulut aku mangap karena shock. Aku kaget setengah mati. Aku kedip-kedipin mata berkali-kali. Takut-takut ini cuma mimpi. Aku cubit tangan aku sekuat tenaga. Sakit! Ternyata emang bukan mimpi.
"O My Gosh! DICKY! " aku ngejeit nahan.
Mata para cewek juga terbelalak. Ada yang ngucek-ngucek mata. Ga percaya seorang Dicky Muhammad Prasetya sedang berdiri di depan kelasku.
"Ini murid baru pindah 6 bulan yang lalu dari Amrik. Silakan perkenalkan diri , Dicky!" ucap Pak Bo cukup keras yang membuat semua cewek sadar dari kebekuannya.
"Gue Dicky. Gue pindah karena bokap gue dipindahtugas ke Jakarta. Dulu gue emang lahir di Jakarta. So , gue lancar ngomong indo!"
Semua orang juga uda tau lu tuh namanya Dicky. Siapa sih yang ga tau? Ya Tuhan, dari deket pun ternyata emang cakep!!
"Okay, Dicky! Silakan duduk di bangku yang kosong!" 
Dicky berjalan ke arah aku duduk. Beruntung banget si Rara, temen sebangku aku ga dateng. Dicky ngambil tempat di samping aku!!Padahal masi ada beberapa bangku kosong lainnya. Malah ada bangku kosong di sebelah Hana, primadona kelas.  Hatiku cenat-cenut ga karuan. Peluhku menetes. Aku masih ga percaya kalo orang ini seorang Dicky, si Yupi.
"Hai! " sapa Dicky sambil tersenyum yang menampilkan sederet behel dan mata-matanya berbinar-binar setelah duduk di samping gue.
Lidahku kelu seketika. Mau ngejawab sapaan dia tapi ga bisa. Aku masih mematung menatap makhluk di sampingku ini.
"Helooooo..."
"Ha? Ooo. Hm... Marcella. Gue Marcella. Cella!"
"Hm?" muka Dicky terlihat sedikit bingung, "Ohh. Salam kenal! Ehh......." mata Dicky tertuju pada kertas-kertasku dan majalah-majalahku di meja yang yang belum sempet diberesin, "Lo smashblast ya?"
"Ehh.. iya! Gue suka banget sama smash!"
"Hai, Smashblast! Thank you for you respect." Dicky tersenyum lebar yang lagi-lagi matanya berbinar-binar yang buat aku pengen meleleh. Mata Dicky lalu berpaling mengikuti pelajaran Pak Bo. Sedangkan aku masih mencuri pandang buat natap dia. Cakep bangett.. Aku emang beruntung banget hari ini.

---------

Udah satu minggu aku duduk sama Dicky. Tapi aku ga bisa akrab sama dia. Dia emang netep di bangku sebelah aku - si Rara terpaksa menyingkir. Tapi aku cuma punya waktu deket sama dia pas pelajaran berlangsung doang. Soalnya, mejaku dan dia selalu dikerubungi entah cewek atau cowok yang mau coba akrab sama Dicky. Dan aku di dorong-dorong untuk menyingkir. Dan dia selama pelajaran selalu merhatiin dengan seriusnya. Aku cuma bisa menjadi penganggum yang ada di sebelahnya.
Dan tiba-tiba pas aku mau duduk di persembunyian aku di balkon perpus sepulang sekolah, ada Dicky lagi duduk dengan tampang kecapekan. Dia lagi pake headset dan kayaknya lagi dengerin sebuah lagu soalnya dia sambil bersenandung gitu juga sambil ngotak-ngatik BBnya. Aku duduk beberapa cm dari dia. Aku melambaikan tangan di depan mukanya.
"Ehh.. Ada apa?"
"Hm? Ga ada apa-apa. Lu sibuk banget ya sama band smash? Tiap pulang sekolah lu ga pernah ada waktu buat nongkrong?" tanyaku.
"Yoi. Gue juga capek banget. Cuma seneng sih ngejalaninnya. Fun aja."
"Ohh."
"By the way, lu bismaniac ya? Kemaren-kemaren gue liat banyak banget kertas-kertas tentang Bisma sama foto-fotonya di meja lu."
"Iya.." Aku tersenyum malu-malu.
"Kebetulan nih gue ada acara sama beberapa member smash. Ada Bisma loh! Mau ikut ga? Soalnya keliatannya u bismaniac banget. Di buku-buku lu banyak coretan-coretan nama Bisma atau Zombie."
Aku mengganguk dengan semangatnya. Aku ga akan mungkin nolak tawaran yang bagai mimpi bagi semua murid cewek.
"Oke. Yuk sekarang!"
Aku jalan membuntuti si Dicky menuju motor Ninja merahnya. Setelah aku naik ke atas motor Dicky langsung meluncur. Aku ga begitu tau jalan yang Dicky laluin. Dan tiba-tiba aku udah nyampe di sebuah tempat. United Dance Works.

"Ini kan tempat latihan anak-anak smash!!!" teriakku.
"Yap!"
Aku dan Dicky masuk ke dalam tempat anak-anak smash latihan. Aku mendapati Rangga, Rafael, Ilham dan Bisma disana. Dewi Fortuna emang lagi berpihak sama aku akhir-akhir ini. Ini semua kayak mimpi.
"Sori, ya! Lu duduk situ dulu aja ya. Gue mau latihan dulu," kata Dicky sambil menunjuk pinggir ruangan lalu langsung bergabung dengan yang lainnya yang sudah latihan. Dicky langsung bisa menyesuaikan gerakan. Beberapa kali dia salah gerakan. Dan Bisma keliatan keren banget. Gerakan dia keliatan paling enerjik dan keren. Rambutnya yang agak panjang terkibas-kibas. Aku terkagum-kagum di pinggir ruangan menyaksikan latihan mereka terutama mata aku terpaku sama Bisma. Bisma yang aku suka selama ini lagi di depan mata aku! God!
"Okay! Cukup!" kata Bisma menyudahi latihan. Semua member smash bercucuran keringat.Dan Bisma keliatan makin keren!
"Ehh, guys! Nih temen sebangku gue di kelas. Namanya Marcella! Di panggil Cella! Bismaniac loh!" ucap Dicky tiba-tiba sambil mengedipkan mata ke Bisma. Rangga, Rafael, Ilham dan Bisma menyalami aku. 
"Hai, Bismaniac! Thank you for your respect, Girl!" Bisma meyalami aku. Suara Bisma kedengeran keren banget. Serak-serak basah.
"Hai. Aku suka banget sama kakak!" kataku tanpa malu.
Bisma hanya tersenyum yang membuatnya terlihat manis dengan behelnya. Aku ga lama tenggelam dengan pembicaran yang asik banget dengan Bisma. Aku bebas tanya-tanya ke Bisma. Dan dia ramah banget. Dicky terlihat agak menyingkir dari aku dan Bisma. Sedangkan yang lain kadang-kadang ikut nyeletuk atau tertawa. 
"Lu bisa dateng lagi kesini, kok! Gapapa. Ekskulif buat temen barunya si Dicky," kata Rafael.
"Aku boleh ikut belajar ngedance ga sama kakak? Please... Aku mau gabung sama sanggar ini."
"Boleh! Kita sambut banget! Kalo gitu si Bisma aja yang bimbing!" seru Rangga.
"Sorii. Gue ga bisa. Gue lagi banyak acara sama keluarga and temen. Sori banget!"
"Gue kosong, kok!" celetuk Dicky.
"Yah, Dicky...... Lu kadang masih salah gerakan tau!" Ilham ngeledek dan menonjok pelan bahu Dicky.
"Si cocoh ajaa!" seru Bisma.
"Bisa aja, sih. Gue bisa."
"Nah, tuh! Si cocoh kan pelatih yang baik," Rangga tertawa.
"Oke deh!" aku mengganguk semangat.
"Tiga kali seminggu yah! Senin, Kamis sama Sabtu."
Akhirnya aku memulai latihan dengan Rafael. Rafael emang pelatih yang baik. Dia ga marah kalo aku salah gerakan. Aku yang tadinya kaku banget ngedance udah mulai mahir ngedance setelah beberapa bulan.Aku juga makin akrab sama member smash terutama Bisma. Aku suka salah tingkah sama Bisma. Dan Dicky yang tadinya akrab banget sama aku sifatnya jadi aneh. Dia sering banget marah ke aku. Kadang dia juga jadi kayak anak kecil. Sifat aslinya mungkin. Aku ga ngerti dia kenapa.
"Eh malam festival nanti kan smash mau manggung, Cel!" kata Rafael seusai latihan.
"Oh ya? Jadi latihan-latihan kalian belakangan ini buat persiapan mafes?"
"Yap!"
"Hai, Cel! Udah mau balik belom? Gue anter yuk!" Tiba-tiba Dicky muncul dari pintu.
"Ngapain lu, Dick? Tumben amat jemput-jemput?" tanya Rafael heran.
"Gapapa. Mau jemput aja. Kenapa sih?" Dicky garuk-garuk kepala.
"Udah mau balik kok ini," kataku sambil beres-beres.
"Okay! Yuk balik!" Dicky langsung narik aku. Langkahnya lebar-lebar. Aku kewalahan mengikutinya. Dia kelihatan bersemangat. Motornya meluncur ke rumah aku. Dia emang udah tau rumah aku. Dia sebelumnya pernah anter aku pulang latihan malem. Sampai depan rumah, aku langsung turun dari motor dan ngembaliin helm pinjeman Dicky. 
"Nih Dick! Thank you berat!" aku langsung berbalik setelah balikin helmnya. Tiba-tiba Dicky turun dari motor dan narik aku ke pelukannya.
"Dicky?? Apaan sih lu!?" 
Dicky melepaskan pelukannya setelah aku memukul bahunya. Dicky mengeluarkan sebuah kotak dari saku celananya. Dia buka kotak perlahan sambil menunjukan isinya dan memberikannya padaku. Kalung berliontin not balok kecil. Kalung yang bagus banget. Dan not balok ini mengorek memoriku.
"Nih buat lo, Cel! Gue buru-buru jemput lu buat ngasih ini."
"Ha? Buat apa, Dick?" Dicky emang udah pernah ngasi aku banyak barang. Tapi ini keliatannya barang yang paling spesial.
Dicky terdiam. Mukanya yang biasanya ceria berubah jadi serius.
"Lo tau kenapa? Gue sayang banget sama lo!! Lo ga pernah sadar tau ga sih, Cel! Lo ga pernah sadar arti perhatian dan barang -barang yang gue kasih selama ini."
Aku terdiam mematung.
"Lo ga peka banget tau ga, Cel!? Gue cemburu liat lo deket sama Ima! Gue cemburu banget! Gue tuh udah berusaha perhatian sama lo! Pas lo sakit di sekolah lah. Tapi lo nganggep gue apa??"
"Dick....." aku menyentuh lengan Dicky berusaha menenangkan Dicky yang mukanya jadi merah. 
"Lo juga uda lupa kan sama gue? Lo lupa kan? Gue aja masih inget pas di depan kelas ngeliat lo. Makanya gue milih buat duduk di samping lo."
Aku ga ngerti sama apa yang diomongin Dicky. Tiba-tiba Dicky mengeluarkan sebuah foto. Foto yang agak kumal. Di foto itu ada aku dan...... Kiki. Kiki temen kecilku.Aku ingat! Liontin not balok ini ngingetin aku sama Kiki. Kiki kok mirip sama.... Dicky? Dicky itu Kiki??
"Kiki?"
"Gue Kiki, Cel!" Dicky memelukku lagi dengan lebih eratt. Kali ini aku membalas pelukannya karena aku memang kangen banget sama Kiki. Sahabat aku pas kecil.Yang selalu ngelindungin aku pas kecil. Dia tetanggaan sama aku. Dan pas umur 9 tahun papa Kiki harus pindah ke Amrik. Aku sedih banget waktu itu. Waktu itu Kiki ngasih aku gambar kita berdua dengan not balok-not balok. Kiki dulu suka main piano dan aku suka di sampingnya. Kalo diinget itu udah 9 tahun yang lalu.
"Gue selama ini masih inget lo, Cel! Dan gue baru sadar gue mulai sayang sama lo. Gue berhenti main piano karena gue selalu inget lo kalo maen piano," ucap Dicky sambil terus memelukku.
Aku berusaha melepaskan diri dari pelukan Dicky. Aku sadar sayang dia beda sama yang dulu. Darah aku mengalir deras. Debar-debar muncul di hatiku. Tapi aku kan suka sama Bisma. Aku udah dapet kesempetan buat akrab sama Bisma. Aku bingung sama rasa aku saat ini. Saat sama Bisma aku selalu ngerasa deg-degan. Sama Dicky pun aku juga suka berdebar-debar.
"Dick. Sori ya! Gue mau masuk dulu. Gue capek banget nih." Aku berusaha menghindari pembicaraan ini berlanjut.
"Ohh. okay. Sori udah bikin lo shock. Bye honey. Gue bakal nunggu jawaban lo sehari sebelum mafes. Jam 7 malem di taman kita," ucap Dicky sambil tersenyum lalu berlalu pergi dengan motornya.
Aku berjalan lunglai ke kamar dengan tangan memegang erat kotak berisi kalung dari Dicky. Kepala aku tiba-tiba jadi pusing. Aku bingung sama perasaan aku sekarang. Aku suka banget sama Bisma. Dan aku pikir aku mulai cinta sama dia. Tapi gimana sama Dicky? Selama ini aku juga selalu nantiin Kiki. Dan aku nyaman sama Dicky sekarang ini. Aku bener-bener bingung. Aku akhirnya pergi ke alam mimpi aja.

----------
Besok mafes. Dan berarti aku harus nentuin jawaban aku nanti malem. Pagi-pagi hari sabtu jam 6 aku udah bangun. Padahal hari ini libur. Belakangan ini aku menghindar dari Dicky dan Dicky juga kayaknya begitu. Paling dia cuma senyum doang. Tiba-tiba hp aku bunyi. Cocoh. Tumben banget pagi-pagi gini?
"Halo?"
"Cel! Ima kecelakaan!!! Di RS Harapan sekarang! UGD" nada omongan Rafael kedengeran panik banget.
"Okay! Aku kesana sekarang!" Secepat kilat aku ganti baju dan pergi ke RS Harapan dengan minjem mobil papa. Aku langsung tancap gas begitu keluar dari gerbang rumah. Aku panik banget. Aku cuma bisa berdoa dalem hati berulang-ulang. Dan akhirnya aku sampe dan langsung menuju UGD. Aku melihat semua anggota smash dan keluarga Ima disana. Tapi Dicky ga ada.
"Gimana kak Ima?" tanyaku panik.
"Ga tau, Cel! Kritis. Lukanya lagi dijahit. Dan tangan Ima kemungkinan ga bisa maksimal ngedance. Tangannya patah," cerita Rafael sedih," tadi pagi gue dapet telepon dari papanya Ima. Katanya dia ketabrak geng motor. Tadi darah dimana-mana. Aku ga tau lagi gimana. Ima tadi masih sadar tapi lemes banget."
Aku nangis denger cerita Rafael. Perasaanku diliputi rasa takut. Lama kami menunggu di depan ruang UGD. Dari kaca terlihat Ima lagi terbaring lemes dengan beberapa dokter dan banyak suster di sekelilingnya. Kami semua takut dan cuma bisa doa dan menangis. Keadaan Bisma parah banget. Kami cuma bisa mengharapkan mukjizat datang. Setelah hampir dua jam aku menunggu. Tiba-tiba para dokter dan suster keluar dari ruang UGD. Satu dokter menghampiri kami.
"Syukurlah dia sudah melewati masa kritis. Kecelakaan ini tidak kena syaraf pusat. Dia emang luka parah. Dan mungkin lengannya tidak bisa dipakai dengan maksimal. Tapi dia bisa selamat. Dia hanya butuh istirahat sekarang. Dia harus istirahat total 2 bulan. Boleh dijenguk sekarang."
Aku cukup lega mendengar kata dokter. Tapi aku masih sedih karena Bisma ga bisa ngedance lagi mungkin. Aku dan yang lainnya langsung menhampiri Bisma. Hampir seluruh badan Bisma diperban. Kepalanya, tangannya, pundaknya. Aku sedih banget liat keadaan Bisma sekarang.
"Bismaa..." ucapku pelan di samping tempat tidurnya," gue sayang sama lo. Cepet sadar ya." Bisma hanya bergeming. Dia seperti sedang tidur nyenyak.
Aku tetap menunggu Bisma di samping tempat tidurnya. Orang ganti-gantian dateng tapi aku tetep ga mau pindah dari tempat. Waktu udah menunjukkan pukul 8. Aku sadar aku janji ketemu Dicky hari ini. Aku juga sadar Dicky sama sekali ga dateng ke rumah sakit.
"Dicky kemana, Ham?" tanyaku pada Ilham yang baru masuk.
"Ga tau tuh! Kita udah hubungin dia tapi ga aktif. Pembokatnya bilang dia udah pergi dari pagi,"ujar Ilham lalu keluar ruangan.
Aku terdiam. Aku daritadi udah khawatir dengan keadaan Dicky. Aku menatap Bisma yang lagi terbaring dalam-dalam. Aku sendiri di dalam kamar.
"Bis.. gue pergi bentar ya. Bye," aku memegang tangan Bisma dan bangkit dari bangku pelan-pelan. Tiba-tiba aku merasakan Bisma agak menahan aku. Kelopak mata Bisma bergerak-gerak. Dia mulai buka mata pelan-pelan.
"Temenin gue, Cel...," ucap Bisma pelan dan serak.
"Bisma! Lo sadar?" seruku.
"Cel.. tadi gue liat lo pake baju putih. Wajah lo polos banget. Lo senyum. Tapi tiba-tiba lo mulai ilang. Gue mau gapai lo tapi ga bisa. Gue takut banget keilangan lo tadi. Gue takut ga bisa ketemu lo lagi. Gue sayang sama lo, Cel. Gue ga mau lo pergi."
Aku shock mendengar kata-kata Bisma. Pengakuan Dicky udah bikin aku pusing setengah mati. Aku bingung. Aku harus milih. Tapi denger pengakuan Bisma ga seperti gue denger pengakuan Dicky. Ada yang beda.
"Cel.. gue tau Dicky sebenernya suka lo. Dia pernah mukul gue karna gue selalu deket sama lo."
Aku hanya bisa ternganga. Aku ga percaya seorang Dicky memukul seorang Bisma.
"Iya. Gue ga boong. Cel, lo mesti milih sekarang. Gue dikasi tau Dicky sebenernya kemaren malem, kalo dia udah nembak lo dan bakal dapet jawabannya jam 7 kan? Gue kecelakaan sebenernya karna mikirin masalah ini. Gue ga konsen bawa motor."
"Bisma..." Air mata mulai menetes dipipiku. Aku menggengam tangan Bisma erat-erat.
"Lo mesti milih." Bisma tersenyum lemah," apa yang lo rasain saat sama gue dan Dicky? Lo bisa rasain kan?"
Aku menimang apa yang harus aku lakukan. Dicky dan Bisma. Dua cowo yang ga pernah aku pikir bakal akrab banget sama aku. Aku nyaman deket mereka berdua. Tapi aku udah mutusin apa yang harus aku lakuin sekarang.
"Bisma..Sori.. Gue sekarang sadar gue sayang sama Dicky. Gue juga baru sadar rasa suka gue ke lo cuma karena kagum. Denger pengakuan lo ada yang beda pas gue denger pengakuan Dicky. Ya gue sayang Dicky. Gue khawatir banget dia dimana sekarang," aku menangis di samping tempat tidur Bisma.
"Okay sekarang pergi ke tempat Dicky sana. Go Cel! Kita bisa jadi sahabat, kok!"
"Okay! Gue pergi dulu ya, Bis."
"Eitss.. Jangan lupa panggil yang lain, ya. Gue haus. Hehehe," Bisma berusaha nyengir lebar.
Aku mengacungkan jempol. Secepat mungkin aku jalan keluar RS. Ga lupa aku kasih tau yang lain kalo Bisma udah sadar. Aku segera pergi menuju taman yang Dicky maksudkan. Waitt.... Dimana tamannya? Gue sering ke taman bareng Dicky waktu kecil. Taman mana? Aku meluncur ke taman deket rumah lama aku. Aku ga mendapati Dicky disana. Taman sekolah SD? Disana juga ga ada. Apa Dicky udah pulang? Apa dia udah nyerah? Taman kita? Dimana? Aku berusaha mengingat-ingat. Taman kita..? Dimana? Aku mulai putus asa di dalem mobil sendiri. Aku tau nangis ga bakal nemuin tuh taman tapi aku khawatir sama Dicky sekarang. God.. dimana? Taman...taman...Taman di bukit kecil!! Ya! Pasti disitu.
Aku langsung ngebut. Dan taman itu tepat. Aku liat Dicky lagi berbaring di taman memejamkan mata. Mungkin ia tertidur. Aku berjalan mendekatinya pelan-pelan. Aku ikut berbaring di sampingnya.
"Dick? Sori ya. Telat."
Dicky masih terdiam.
"Dick.......Gue sayang lo, Dick. Sayang banget," bisikku.
Tiba-tiba Dicky bangkit terduduk.
"Apa, Cel?"
Aku kaget dan langsung ikut duduk.
"Ga tidur ya??"
"Cuma lagi merem doang."
"Ihh..ngeselin ah!"
Dicky tertawa bahagia banget.
"Lo lama tau, Cel! Telat 4 jam,"kata Dicky pura-pura ngambek sambil melihat jam tangannya.
"Soriiii.Gue lupa tamannya."
"Gapapa kok. Lo dateng aja gue seneng banget. Ehh.. tunggu." Dicky mengutak-ngatik sesuatu barang yang ada di sampingnya dari tadi. Tiba-tiba lampu nyala di taman itu. Taman itu di tata indah banget. Taman itu jadi penuh cahaya kelap-kelip. Romantis banget. Apalagi langit lagi banyak bintang saat itu. 
"Tau ga gue nyiapinnya dari kapan? Dari pagi-pagi buta, Cel!"
Panteslah dia ga tau masalah Bisma. Tapi aku ga mau kasih tau masalah Bisma dulu. Aku ga mau merusak suasana hati Dicky sekarang.
"O ya? Thank you."
"Ehh.. tadi ulangin dong. Pas gue lagi merem."
"Apaan sihh? Jail deh."
"Tadi ngomong apaa??? Gue mau denger lagi. Ngomong dong. Lo kan udah salah, Cel, lo bikin gue nunggu 3 jam!"
"Okayyy..... Dicky. I...."
"STOP!! Cella I heart you!" Dicky langsung memeluk aku dengan erat. Aku membalas pelukannya erat.

-----------------
Malam Festival
"Yahh... Ima ga bisa ikut dance dulu deh," ucap Dicky kecewa. Yang lainnya juga ikutan kecewa banget.
"Hahaha.. Gapapa gue jadi kakek-kakek dulu nih. Duduk di kursi roda,"canda Bisma.
"Ehh.. ngomong-ngomong..kata Bisma kemaren kayaknya ada yang jadian nihh..," goda Rafael.
Dicky mengedipkan matanya padaku.
"Ciee....," yang lain serempak menggoda kami berdua.
Tiba-tiba MC memanggil nama SMASH dengan lantang. Dan mereka harus perform.
"Okay! Perform sana! Semangat yah tanpa gue. Gue sama Cella nonton dari sini," kata Bisma memberi semangat.
"Girl, I heart you...," bisik Dicky sebelum on stage.
Mereka tampil dengan semangat tanpa Bisma. Dicky terus memandangku selama dance. Semua smashblast histeris dari bawah panggung. Aku kaget banget liat si gerombolan centil nonton smash sambil teriak-teriak. Rupanya jadi pada suka smash. Hahaha. 
Aku melihat Dicky ngedance dengan semangatnya. Saat dia liat aku, aku nunjuk dada dan mebentuk hati dengan tangan dan menunjuk Dicky.
"I Heart You Back My Boy!"
Della
@dellchoo
Jakarta, Jawa Barat 

27 komentar:

  1. hikz...hikz...hikz.....
    gatega ngebayangin keadaan mamang ima!!!!
    tp critanya bagus kok!!!

    BalasHapus
  2. thanks.. :)
    tdinya mau bkin sad ending.
    dickynya mninggal tpi ga tega...
    hehehe

    BalasHapus
  3. ceritanya bagus bgt!! Bermutu. Cara nyampein nya juga ga bagus (y) One of the best dr semua fanfiction yg ada disini :) Coba kalo semua cerpen disini kualitas nya sebagus cerpen lo:) Btw, nama gue Marcella loh. Wkwk :P

    BalasHapus
  4. thanks!
    hehe.
    seriusan?
    berarti lo cewe beruntung dalem critanya.
    wkwk

    BalasHapus
  5. Helen OMoshiroi14 Februari 2011 04.04

    kereeennn,,,
    tp koq ga ad nma ka morga ya d sni??? heheh

    BalasHapus
  6. iya ya? kelupaan kyknya.
    sori. hehehe :p

    BalasHapus
  7. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  8. Ceritanya keren, wah bakat nih jadi penulis!

    BalasHapus
  9. Nice story (:

    BalasHapus
  10. keren bgt huaaa ka Dicky nya romatis bgt huaaa

    BalasHapus
  11. kerennnnnnnnnnnnn,,

    BalasHapus
  12. kak critanya menyentuh banget!

    #rangganizer

    BalasHapus
  13. MENYENTUH HATI BANGEEEET

    BalasHapus
  14. selamat bwt yg nulis sukses bwt aku nge-hayal melebihi tinggi langit ke-7

    BalasHapus
  15. ceritanya keren banget
    nyentuh bgt bcanya!

    BalasHapus
  16. Tiffany SM*SH FOREVER16 Juli 2011 01.22

    BAGUS BANGET TAPI BISMA KASIAN BANGET YA JADI KAKEK-KAKEK DULU HAHHAH LUCU YA

    BalasHapus
  17. makasih all :) emg pgn jd author sih aku ;p

    BalasHapus
  18. keyeend kax critanya,
    cba ak yg ad d'posisi nya cella
    uuhhhh...
    cnenggg bget bza jdi pcar kax ichy

    *fanadicky

    BalasHapus
  19. SMASH_BLAST FANADICKY26 November 2011 22.24

    Kerenz!

    BalasHapus
  20. FadHilaH FANADICKY6 Januari 2012 00.36

    SO SWEET!OWWWHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHH

    BalasHapus
  21. wah.. ceritanya seru... the best bwt ka della...
    like this.. aku suka... apalagi ada bisma sm dicky..
    salam kenal wina SB tangerang..

    BalasHapus
  22. mang imanya kasian y...
    gws mang!wkwkwkwk
    bagus bgt y...aq jd pgn bs bkn cerpen sebagus ini..

    ^_^ Nadya ^_^

    BalasHapus
  23. Umagaaa, ceritanya keren banget sumpah! Tapi kenapa harus Dicky? I'm Fanadicky!! Hahaha, sorry lebayyy -_____- tapi sumpah keren, di-doa-in deh success jadi penulis ;) aamiin. Salam kenal, Melati, sb Malay.

    BalasHapus

Respect n Comment: