Akhir Yang Indah


Dari kejauhan tampak seorang gadis kecil sedang bermain dan bercanda dengan kedua temannya. Ica, itulah nama gadis kecil yang sedang bermain itu. Rambutnya panjang, kulitnya putih dan bermata agak sipit. Gadis kecil itu memang benar-benar lucu dan manis. Sore itu, Ica dan dua temannya, Reza dan Ilham yang kebetulan kakak beradik itu sedang bermain bersama di bawah pohon besar yang sangat rindang. Mereka tertawa lepas, bermain dengan bebas dan terlihat sangat menikmati masa-masa itu. Tapi, sadarkah mereka? Mungkin hari itu menjadi hari terakhir mereka bermain bersama.

"Ilhaaaaaammm... Reeezaaaaa... Main yuk!" Ica memanggil-manggil kedua temannya tersebut dari depan rumah mereka. Sunyi. Sepi. Tak ada jawaban. Ica terus berteriak-teriak memanggil kedua sahabatnya itu. Tapi tetap tidak ada jawaban. Ica yang putus asa pun pulang ke rumahnya. Di rumah ia bercerita kepada bundanya. "Bunda, Ilham sama Reza lagi kemana sih? Kok Ica ajakin main merekanya engga ada?" tanya Ica dengan wajah penuh tanya. "Mulai sekarang Ica jangan nyari Reza sama Ilham lagi ya. Mereka udah pindah ke Bandung." jawab bunda sambil membelai lembut rambut anak semata wayangnya itu. "Reza sama Ilham pindah, Bunda? Bandung itu dimana sih, Bun? Ica pengen main sama mereka. Ica kangen sama mereka." ucap Ica yang hampir menangis. "Sabar ya, sayang. Suatu hari nanti kamu bisa kok ketemu lagi sama mereka. Ica jangan sedih ya. Kan masih ada Agatha, Cyndi sama David. Ica kan bisa main sama mereka." bujuk bunda. "Bisa, bunda? Asik. Ica gak sabar pengen ketemu sama mereka. Iya, Bun. Makasi ya. Ica sayang banget sama bunda." ujar Ica sambil memeluk bundanya.

"Pada upacara pagi hari ini, bapak hendak mengucapkan selamat kepada anak kami yang terkasih, Marisca Natania karena berhasil mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan SMAnya di salah satu sekolah terbaik di Bandung." ujar Pak Tri sehabis upacara bendera. Tepuk tangan pun bergemuruh di lapangan upacara SMP Karya Bakti. "Selamat ya, Ca! Bangga deh punya temen kayak lo. Udah cantik, pinter, baik lagi. Lo emang the best lah." ujar Agatha sambil memelukku dengan sangat erat. "Jangan lupain kita ya, Ca. Kita tetep sahabatan ya pokoknya." ucap Cyndi. "Iya tuh, Ca! Betul! Jangan lupain kita ya!" David yang sedaritadi diam pun ikut bicara. "Iya... Iya... Tenang aja. Gue gak bakalan lupa kok sama lo semua" jawabku sambil tersenyum. Sebenarnya aku ingin menangis karena harus meninggalkan sahabat-sahabatku ini. Tapi aku harus melanjutkan sekolahku di Bandung. Lagi pula aku juga ingin bertemu sahabat masa kecilku yang sudah pindah ke sana, meninggalkan aku tanpa kabar. Ya, Reza dan Ilham. Seperti apa ya mereka sekarang?  Uuughh kangen!

Hari ini aku akan berangkat ke Bandung. Sekarang aku sudah berada di ruang tunggu. Tadi aku diantar oleh ayah, bunda serta sahabat-sahabatku, Cyndi, Agatha dan David. Sebelum berangkat aku memeluk ayah dan bundaku memohon doa restu mereka. Tak lupa juga aku berpesan kepada sahabat-sahabatku itu untuk rajin-rajin mengirimiku sms dan email. Sepertinya aku belum siap untuk pergi meninggalkan mereka. Tapi aku tetap mencoba untuk bersabar. "Inget, Ca! Lo udah berhasil dapat beasiswa ke sana! Manfaatin sebaik-baiknya. Lagian ke Bandung kan emang impian lo. Biar lo bisa ketemu sama Reza dan Ilham." ucap kata hatiku. Dengan berat hati aku pun masuk ke dalam pesawat. Dan memulai perjalananku untuk mengejar ilmu dan menemui sahabat masa kecilku.

Satu tahun sudah aku tinggal di Bandung. Disana aku tinggal di kost-kostan yang lumayan dekat dengan sekolahku. Sejak tinggal sendiri aku jadi lebih mandiri dan engga manja lagi seperti dulu. Saat pertama kali hidup sendirian rasanya berat banget.  Abisnya engga ada bunda. Tapi sekarang aku sudah mulai terbiasa. Banyak masa-masa ga terlupakan satu tahun terakhir ini. Mulai dari masa ospek yang benar-benar menengangkan sekaligus bikin ketawa, ketemu sama temen-temen baru yang bener-bener asik, sampai dapet kejutan dari ayah, bunda dan sahabat-sahabatku yang sengaja datang ke Bandung waktu hari ulangtahunku. Tapi ada satu hal yang mengganjal hatiku. Kapan aku bisa dipertemukan dengan sahabat masa kecilku itu? Bagaimana caranya agar aku bisa menemui mereka? Pikiran itu selalu menyelimuti otakku.

Sekarang aku lagi sibuk banget ngurusin pensi. Maklum, aku ini anggota OSIS. Capek sih memang. Tapi seru! Aku kebagian tugas buat mempromosikan pensi sekolahku ke sekolah-sekolah lain dan juga mencari sponsor. Kata temen-temenku aku emang cocok banget kebagian tugas ini soalnya aku cerewet dan bawel banget. Haha. Setelah berbulan-bulan menguras tenaga demi mewujudkan pensi yang "beda" sama yang sebelumnya akhirnya semua selesai! Seminggu lagi pensi yang dinanti-nantikan olehku dan pengurus OSIS lainnya serta para siswa dan siswi di sekolahku akan digelar. Eh aku udah cerita belom? Jadi waktu aku mampir ke SMA 6 bareng Christie buat menjalankan tugas ada satu anak cowok yang nyebelin banget. Jadi waktu aku sama Christie lagi makan di kantin tiba-tiba dia nyamperin meja kita dan maksa kita buat pindah. Nyebelin banget kan? Mana mukanya songong abis. Ih beneran deh minta dicakar banget cowok itu. Tapi ya lupain deh. Paling juga gue ga bakalan ketemu dia lagi. Iya kan?

Nah, hari yang ditunggu-tunggu pun tiba. Pensinya bakal mulai jam 12.00. Jam 06.00 aku sudah bangun. Aku sibuk memilih-milih baju mana yang hendak ku pakai. Akhirnya aku memilih kaos biru muda dan celana jeans serta sneakers kesayanganku. Setelah itu aku mandi dan bersiap-siap untuk berangkat ke sekolah. Jam 09.00 aku sudah sampai dan berkumpul bersama teman-teman yang lain. Pensi kali ini rame banget! Bintang tamunya band-band bandung yang cukup terkenal disini. Serta boyband SM*SH. Ya, sebenernya aku sendiri engga tau mereka yang mana. Aku cuma tau lagunya aja. Padahal teman-teman di sekolahku banyak yang mengelu-elukan mereka. "Eh, itu smashnya dateng!" Alda berteriak-teriak kesenengan. Dia memang fans fanatik SM*SH, apalagi Bisma. Aku pun langsung menoleh ke arah boyband tersebut. Hey tunggu! Salah satu personilnya sepertinya aku kenal, tapi siapa ya? Ya ampun, aku baru inget. Dia kan cowok nyebelin itu. Ternyata dia personil SM*SH ga nyangka deh.

Pukul 13.00 SM*SH selesai perform dan aku yang sedang bengong disamping panggung tiba-tiba dikagetkan oleh seseorang. "Dooorr" katanya sambil menepuk pundakku. "Jangan bengong, Mbak. Nanti kesurupan loh" candanya. "Haha. Bisa aja" jawabku sambil tersenyum. "Boleh kenalan?" tanyanya sembari mengulurkan tangan. "Boleh. Gue Ica. Lo?" jawabku sambil membalas uluran tangannya. "Gue Ilham. Salam kenal ya, Ca" balasnya. Aku terkejut. Ilham? Apa jangan-jangan dia sahabat masa kecilku? Tapi yang namanya Ilham kan ga cuma satu. "Hei!" Ilham membuyarkan pikiranku. "Kok bengong lagi sih? Terpesona sama gue?" katanya lagi. "Engga kok. Ye narsis bener lo" jawabku sambil tertawa.

Sejak hari itu aku dan Ilham jadi makin dekat. Bisa dibilang kayak orang pacaran tapi engga pacaran. Ya its complicated lah. Suatu hari Ilham mengajakku untuk main ke rumahnya. Aku pun mengiyakan ajakannya tersebut. Ilham menjemputku di kost-kostan dengan motornya dan kami pun segera melaju ke rumahnya. Tiba-tiba diperjalanan, "Ilhaaaaam! Awas!" aku berteriak. Terlambat, motor yang kami naiki keburu di tabrak oleh mobil yang melaju dengan kecepatan tinggi tersebut. Sejak itu aku tak ingat apa-apa lagi.

Aku mencoba membuka mataku. Berat sekali rasanya. Ah, kepalaku sakit sekali. Badanku pun terasa amat sakit. "Sayang, kamu udah sadar?" Suara itu. Seperti suara bunda. Dan ternyata memang bunda. "Bunda? Kok bunda ada disini? Aku dimana, Bun?" tanyaku. "Iya, Sayang. Ini bunda. Bunda dapat kabar katanya kamu kecelakaan. Kamu lagi di rumah sakit, Nak." Sekarang aku ingat semuanya. Kecelakaan itu. Ya, kecelakaan yang membuatku harus tergeletak di sini. "Bunda, Ilham mana?" tanyaku penasaran. "Ilham... Sekarang dia sedang ada di ICU. Doakan dia ya, Nak. Keadaannya sekarang kritis." jawab bunda dengan sangat berhati-hati. "Ilham kritis, Bun?" tanyaku lagi sambil terisak. "Eh, Ca. Tau gak? Bunda udah ketemu sama Reza dan Ilham. Sahabat kamu waktu kamu kecil itu loh" ujar bunda mengalihkan pembicaraan. "Oh ya? Ketemu dimana, Bunda?" tanyaku. "Temenmu yang kritis itu, Ca. Dia itu Ilham sahabat kamu" jawab bunda. Aku kaget. Ternyata selama ini aku udah ketemu sama sahabat lamaku. Di satu sisi aku senang, tapi di satu sisi pula aku merasa sedih. Sedih, karena sahabatku itu kini sedang kritis.

Seminggu sudah aku dirawat di rumah sakit ini. Keadaanku makin membaik. Keadaan Ilham pun semakin membaik dan sudah keluar dari ruang ICU. Kemarin bunda pulang karena ada urusan. Aku kira aku bakalan kesepian karena ga ada bunda yang nemenin aku. Tapi ternyata enggak tuh. Selain Christie, Cinthya dan Tiwi yang setiap hari jengukin aku. Reza juga suka main ke kamar aku buat ngontrol keadaan aku. Bunda emang nitipin aku sama dia. Reza baik banget ternyata. Jadi ngerasa bersalah waktu itu udah sebel abis-abisan sama dia. Hehe. Kalau sahabat-sahabat aku itu udah pada pulang, Reza pasti nemenin aku ngobrol. Setiap ngobrol pasti bahan obrolan kita ngalir gitu aja. Mulai dari cerita masa kecil kita, kejadian di kantin SMA 6 sampai kedekatan ku dengan Ilham. Ternyata Ilham beneran naksir aku, kata Reza dia suka cerita tentang aku ke dia. Jadi malu.

Akhirnya aku bisa pulang dari rumah sakit. Aku diantar pulang ke kost-kostan sama Reza. Sedangkan Ilham masih di rumah sakit. Aku juga sering jengukin dia. Tapi tiap kali aku jengukin Ilham aku selalu diejekin abis-abisan sama Reza. Haha. Reza emang hobi banget ngegodain aku sama Ilham. Ilham akhirnya pulang dari rumah sakit. Kami mengadakan pesta kecil-kecilan bersama para personil SM*SH. Kita gila-gilaan bareng deh disitu. Pokoknya seruuu banget.

Aku, Christie, Cinthya dan Tiwi sedang hangout bareng. Tiba-tiba waktu kami sedang makan di cafe aku melihat seorang cowok sedang dinner berdua dengan cewek. Sangat mesra. Dan taukah kamu siapa cowok itu? Dia Ilham. Aku yang shock pun segera berlari keluar. Aku terus berlari. Dan menangis. Aku tak memperdulikan teriakan teman-temanku. Aku tak memperdulikan orang-orang yang menatapku dengan penuh tanda tanya. Sekarang aku berjalan menyusuri trotoar. Berjalan tanpa tujuan yang jelas. Air mata terus menetes dari mataku. Hatiku serasa dicabik-cabik! Aku engga pernah nyangka Ilham segitu teganya nyakitin perasaan aku. Tiba-tiba sebuah motor menghadang langkahku. Cowok pengendara motor itu membuka helmnya. Reza. Cowok itu adalah Reza. "Ica, lo kenapa?" tanyanya khawatir. "Ilham, Za. Ilham" jawabku sambil terisak. "Lo pasti sekarang udah tau ya kalo dia udah punya pacar?" tanyanya dengan hati-hati. "Iya, tadi gue liat dia di cafe sama pacarnya" jawabku. "Dia balikan sama mantannya, Ca" katanya lagi. "Lo yang sabar ya, Ca. Lo masih sayang sama dia?" Reza bertanya. "Yah, gimana ya? Sebenernya gue masih sayang sama dia. Tapi ya gue berusaha buat kuat ngadepin ini semua" jawabku. "Bagus deh. Lo emang harus kuat dan jangan ngarepin cinta dari orang yang belom tentu cinta sama lo. Pasti ada kok orang yang cinta sama lo. Cintanya tulus. Dari lubuk hatinya yang terdalam" ujar Reza. Kata-kata itu membuatku kuat. "Emang siapa, Za? Pasti ga ada" jawabku pesimis. "Gue, Ca. Gue cinta sama lo! Tulus dari hati gue yang terdalam. Gue sayang sama lo, Ca. Be my girl, please. Gue janji gue bakal selalu jagain lo. Gue janji gue ga bakal nyakitin lo. Lo mau kan, Ca?" ucap Reza dengan penuh kesungguhan. "Gue mau, Za. Gue juga sayang sama lo" jawabku.

Hari itu kami resmi berpacaran. Reza benar-benar membuat hidupku lebih berwarna dan berarti. Yang paling aku suka adalah dia mencintaiku apa adanya. Dia tidak menuntutku untuk menjadi orang lain. Dan aku sangat bersyukur dan beruntung bisa memiliki kekasih sepertinya. Kekasih yang mencintaiku dengan sepenuh hati dan apa adanya.


Alissa Miranda Wilma
@alissamiranda
SMPK Yos Sudarso
Batam, Kepulauan Riau

19 komentar:

  1. prok2 baguss...

    BalasHapus
  2. kereeeenn ! :)
    two thumbs up ..

    BalasHapus
  3. huahuhuhuhuhu aku pengen juga sama kak echa :'(

    BalasHapus
  4. keren banget dahh !
    4 thumbs up for you !!!

    BalasHapus
  5. vani rezalways19 Mei 2011 08.24

    hohoho..
    aqhu jg pgen klo ka' echa blg gttu k aqhu..

    BalasHapus
  6. bguz...
    membanggakan batam ka !!! q jga orang batam.

    BalasHapus
  7. aku ksh 100 jempol deh bwt yg ngarang ni crta.tpi aku cmn nyumbang 10 ya sisanya pa presiden n menteri-menterinya

    BalasHapus
  8. wah!!!!bagus....amat ya!!! aku kasih 100 jempol!! and buat aku km good job and you are very talented

    BalasHapus
  9. bguuuuuuuuuuuuuzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzztttttttttttttttttttttttttttttttttttttttt.....

    BalasHapus
  10. asmahan_smashblast29 Juni 2011 01.29

    kok tiba2 kak ica suka sama kak Reza??
    tapi ceritanya bagus kok!!

    BalasHapus
  11. SMASH_BLAST FANADICKY27 November 2011 01.35

    Good luck!

    BalasHapus
  12. KERENNN..
    REZANYA SEGITU BAIK..AK SUKAAAAA!!!^_^'

    BalasHapus
  13. bagus.. ada reza sm ilhamnya lg.. keren.. good job bwt kka yg bwt..

    BalasHapus
  14. ihh...jealous bgt sm kak ica.Kan aq jg pngn dijdiin pacar sama kak reza.1.000.000.000.000 thumbs up to this story

    BalasHapus
  15. tepuk berjamaah!!!PROK PROKPROK PROK!!BAGUS BANGETTTT

    ^_^ Nadya ^_^

    BalasHapus
  16. waahh kakak anak yos ya? alumni atau masih skolah kak?

    BalasHapus

Respect n Comment: