Aku dan Segalanya di Hidupku


Perlahan aku berjalan menaiki  jalan setapak menuju sebuah danau, bau tanah dan rintik hujan menemaniku menjelajahi petualangan tersebut, aku  tersenyum melihat sesosok pria telah menungguku. Aku  mempercepat langkahku, mencoba menggapainya lebih cepat. Tak peduli hujan yang semakin deras, dan beceknya tanah khas pedesaan mengotori rok panjang putihku.“DOR~! Hayo, nglamunin aku ya!” ujarku berniat mengagetkannya. “Kamu kok telat banget sih? Tuh kan, udah tambah gelap. Lilinnya udah mati semua.. Kena air hujan tuh!”, jawabnya sambil menatap terus kearah lilin-lilin kecil, yang telah padam terkena air hujan.
Llin berwarna merah, warna kesukaanku, jawabnya sambil terus menatap terus kearah lilin-lilin kecil yang beberapa telah padam terkena air hujan. Lilin berwarna merah, warna kesukaanku, yang telah ditatanya sedemikian rupa membentuk hati.Ya, memang. Lilin-lilin itu sangat indah. Aku melihatnya sekilas sebelum semuanya mati satu persatu. Namun, menurutku lebih indah melihat senyumannya daripada lilin-lilin yang telah padam tersebut. Jauh lebih nyata dan indah, itu kosakataku sendiri.“Aneh, ya? Tadi tuh di sekolah panas banget! Sekarang disini hujan lebat..”, ujarku memperbaiki suasana yang sepi itu.
“Haha… Matahari sama hujan kuatan matahari kali.. Buktinya matahari belum mati setelah miliaran tahun hidup menemani manusia, sedangkan hujan dalam beberapa hari dapat hilang”, jawabnya panjang lebar.“Kamu lama nunggu ya? Aku minta maaf banget!”, katamu memohon. “Nggak kok, baru ajaa.. Aku Cuma bercanda tadi”, sambil nyengir kuda.“Maaf ya, kemarin aku nggak bisa menemani kamu check up ke dokter. Maklum kemarin ada pengayaan.. Gimana kata dokter?”, tanyaku dengan lembut namun dengan nada khawatir.“Nggak papa kok. Aku ‘baik’ . Aku akan selalu baik kalo ketemu sama kamu..”, ujarnya. Sekali lagi dengan senyuman jahil khasnya. “Yaaa.. Maunyaa…”Yah… Aku tahu keadaannya. Dia kuat diluar, namun rapuh didalam.
Entah apa yang membuatnya selalu tegar menghadapi cobaan tersebut.Seolah kehabisan kata-kata, kita hanya terdiam. Sore itu, kamu dan kekasihmu, Rangga, mengunjungi danau itu untuk yang kesekian lainnya. Itu adalah danau favorit kita. Tempat dimana kita pertama bertemu, berkenalan, bahkan mengerjakan segala sesuatu bersama-sama.Danau Abadi. Yah.. Begitulah Rangga menamakan danau itu. Memang terdengar aneh, beberapa kali aku  menanyakan mengapa dia menamakannya seperti itu. Dan Rangga menjawab, “Agar nanti saat aku tak ada kamu tetap dapat mengenangku disini. Dimana kamu dapat mengenang masa-masa awal kita bertemu, sampai saat ini”.
Sekali lagi, dia menjawabnya dengan senyum jahil khasnya.“Kamu pernah nyadar gak tentang sesuatu di danau ini?”, tanya Rangga.“Nyadar apaan? Perasaan selama 4 tahun kita pacaran, keadaan danau ini sama aja deh..”, katamu.“Dasar nggak peka! Itu loo.. Berang-berangnya.. Aneh aja, masa musim panas main di danau..”, jelasnya.“Apanya yang aneh? Perasaan dari dulu deh kayak gitu..”, ujarmu nggak ngerti.“Bukan itu maksudku. Mereka itu kan sepasang. Dari dulu aku perhatiin mereka itu saling setia rasanya. Mereka nggak gonta-ganti pasangan. Kamu mau nggak, kalo aku udah nggak ada nanti, kamu mau kan cari orang lain buat jagain kamu? Yang lebih sehat, yang nggak sakit-sakitan?”Pertanyaannya membuatku tereyuh.
“Aku gak pernah kepikiran hal itu”, batinmu. “Dulu, Rangga itu optimis, Justin itu tegar, kemana Justin yang dulu?”, tanyamu kepada Rangga.“Sebentar, aku belum selesai bicara. Aku hanya berjaga-jaga. Nanti kalau aku sudah tidak ada, supaya kamu tak ragu untuk mencari penggantiku”, jelasnya dengan nada lirih.“Rangga.. Kamu harus optimis. Coba lihat matahari itu. Dia memang selalu terbit dan terbenam tiap hari. Ibaratkan matahari itu kamu. Itu tandanya kalau ada terang kan setelah gelap! Pasti ada harapan buat kamu, sekecil apapun itu!”, ujarku.“Aku nggak bakal baik-baik aja, kalau kamu pergi, Rangga. Aku membutuhkanmu. Kita semua, sekolah, sahabat kita, semua membutuhkanmu..”, ujarku.
 Namun Rangga hanya menanggapinya dengan senyuman nan tak ikhlas.Rangga selalu berjanji akan selalu menjagaku, di sisa umur hidupnya di dunia ini. Dia hanya tersenyum saat aku memintanya menjagaku selamanya.Kita kembali terdiam, menatap air danau yang tampak kekuningan, yang membiaskan cahaya matahari yang tenggelam. Daun-daun kuning mulai berjatuhan, tanda tak kuat lagi menahan derasnya air hujan.“Pulang yuk, kamu nanti sakit, soalnya udah sore. Aku juga harus minum obat, biar bisa jagain kamu selamanya”, sekali lagi diar berkata sambil tersenyum jahil.Kita berjalan menyusuri jalan setapak menuju rumah. Maklum kita bertetangga. Namun kali ini dengan saling bergandengan tangan. Aku menggenggam jemarinya erat-erat. Seakan takut kehilangannya.
                Keesokan paginya,Semilir angin mengiringi langkah kalian berdua, menuju gedung SMA kita.  sekolah kita yang telah menjadi rumah kedua untuk menghabiskan waktu berduaan.“Pagii Abang  Rangga” “Pagii Kak” “Morning Kak temben”Selalu begitu. Setiap pagi tidak ada yang tidak menyapa Rangga jika berpapasan. Rangga orang yang ramah, begitu komentar orang yang pernah kenal Rangga. Mereka menyukai Ranga karena kesupelannya dalam bergaul. Mereka berkata bahwa aku beruntung mendapatkan Rangga. Dan aku setuju dengan pernyataan itu.“Pagi Wulan”, sapa cowok yang rupanya bernama Bisma.Bisma adalah sahabatku daRangga, tempat  curhat jika ada rasa kesal antara aku dan Rangga, Bisma bisa dibilang orang yang menjodohkan kita  sekaligus dokter cinta kita.“Jangan panggil aku Wulandong. Aku kan bukan cewek..”, protesRangga.
Aku hanya bisa tersenyum gelid an menimpali,  Bisma ”Rangga.. Main basket yuk! Aku pengen nyoba ngalahin kamu.. Masa seminggu ini aku terus yang kalah?” “Nggakpapa dong..”, ujarRangga. “Mau main ngak nih?”, ujarku menengahi perdebatan. “Kamu bolehin nggak?”, tanyanya. Aku hanya mengangguk kecil tanda mengijinkan.“Oke Bisma … Ayo!”, ujar Rangga. Lagi-lagi dengan senyuman khasnya. Rangga segera merebut bola basket dari tangan Bisma, mendribblenya, dan meng-SHOOT-nya. Rupanya masuk. 3 point! DIa pun segera melompat-lompat, lalu membuka bajunya, dan memutar-mutar bajunya di udara. Layaknya orang yang baru mendapat uang US$100M.“Berapa lama lagi dia sanggup bertahan dalam situasi seperti ini ya Tuhan?”, batinku.
Aku tahu bahwa Rangga berada di masa-masa sulit. Aku tahu betul bahwa dia mendapatkan sesuatu hal yang tidak diinginkan. Aku sudah berjanji tidak akan menangis mengingat tentang Rangga, namun mataku tidak ingin bekerja sama. Air mataku sudah menetes. Besok, sekarang, maupun tahun depan, dia pasti akan pergi. Aku  tidak sanggup menerima kenyataan tersebut. Rangga sudah mau bertahan untukku, untuk menjagaku, untuk pengorbanannya aku ucapkan terima kasih.aku  tak ingin Rangga  mengetahui bahwa aku sedang menangis, maka aku segera berlari menuju kelas.
Aku mendengar suara Rangga, mengalun dari suatu ruangan. Yang menciptakan suatu harmoni, kesimetrisan antara suara Rangga dan piano berdenting yang sedang dia mainkan. Aku  membuka pintu ruangan itu dan menemukan sosok Rangga yang sedang duduk memainkan pianonya dengan semangat. Aku  mengamatinya tanpa berkedip. Setelah aku sadar dari lamunanmu, aku melihatnya  meberi isyarat untuk duduk disebelahnya, tiba-tiba jemarimu ikut bermain dalam tuts-tuts hitam putih itu, memainkan piano itu berdua. Tak lupa berduet lagu tersebut. Yang menyemburkan seni yang lebih indah daripada sebelumnya. Yang membuat semua dalam ruangan itu bergidik, serasa mendengar suara dari surga.
                Prok prok prook…………“Ciee… Tempat pacarannya pindah…. Yang dulu danau sekarang ruang kesenian…”, ledek Rafael.“Romeo Juliet kita tambah kompak aja nih… Prikitiew…”Semua teman-temanmu menggodamu, tentu saja pipiku  langsung merona merah karena malu. Mereka semua adalah tim teater SMAku, kita memang latihan langsung di gedung kesenian ini, untuk pementasan drama musikal kalian minggu depan, Romeo dan Juliet.
Setelah Bu Prita, guru pembimbing kami datang, kami segera mulai latihan.aku  pun merasa lega, karena terbebas dari ocehan dan godaan tidak bermutu , yang berasal segerombol anak teater yang mulutnya memang sudah terkenal jahilnya satu sekolahan.Kebetulan aku dan Rangga dipasangkan menjadi Romeo dan Juliet dalam drama tersebut, untuk sementara latihan masih berjalan lancar.Sampai ending, semua mata masih beronsentrasi mengamati aktingku dan Ranggs, menanti bagian yang paling penting. Semua fokus dan tampang serius, namun ada juga pihak yang tidak serius…Lihatlah! Apa yang akan dilakukan Rangga kali ini ?“Juliette sayang,,,”, panggilnya lembut.“Yaa??”“Tolong… Aku minta tolong sama kamu.. Ini menyngkut hidup aku selamanya…”, ujarnya serius.“Ucapkan saja apa yang kamu butuhkan, maka aku sebagai wanita yang mencintaimu akan menolongmu, Romeo-ku..”, jawabmu.“Tolong bayarin pizza di tukang depan sekolah dongs….”, ujar Rangga memelas..“HAHAHAHAHAHAHAHAHA…”, semua tertawa keras.“Romeo-nya kere!”, komentar salah satu siswi.
Rangga hanya bisa nyengir tanpa dosa dan menggaruk-garuk belakang kepalanya, yang sama sekali tidak gatal.“Kamu ini bercanda saja… Sudah-sudah, latihannya kita lanjutkan besok, kesuluruhan sudah bagus, tingkatkan lagi, dan jangan main-main”, ujar Bu Prita.Lihatlah, lihatlah tingkah laku Rangga.Padahal baru beberapa menit lalu dia menghapus darah segar yang mengalir dari hidungnya, dan dia masih bisa membuat keceriaan di ruangan ini. Membawa kebahagiaan bagi kalian, tim teater.“Arrgh.. God.. Kalau boleh.. Dapatkah aku menggantikan posisinya?”, batinku sedih. 
Hari berganti hari, dan minggu pun terus berganti. Hari pementasan pun tiba. Kita didandani dengan kostum bak pangeran dan putri, dan make-up artis terkemuka langganan artis ibu kota.Panggung megah yang didekorasi seperti berada di Italia sana, dekorasi yang menurutmu terlalu megah untukku danRangga, membuat kita semakin gugup.Rangga  pun berkeinginan menenangkanku, “Lihatlah ke arah kanan. Akan ada Romeo yang kau cintai. Saat ini kamu adalah Juliette-ku, dan aku adalah Romeo-mu. Ulurkanlah tanganmu, dan ingatlah, disana ada Romeo yang kamu cintai. Romeo yang berjanji menjagamu selamanya, sampai maut tak berani memisahkan kita. Kamu tak sendirian. Aku pun begitu. Aku punya kamu di sini”, seraya memegang tanganku dan meletakkannya di dada Rangga.
Panggung yang berdekor megah, membuatku berdebar-debar saat menjalani lorong gelap menuju panggung tersebut. Kata-kata Rangga masih terngiang di benakmu, “Ulurkanlah tanganmu, maka ada Romeo yang kamu cintai”. Semua arahan dari Bu Prita terselesaikan hari ini. Bu Prita terlihat memasang senyum terindahnya untuk tim asuhannya.Adegan demi adegan terlihat sangat alami, karena adanya dukungan dari orang-orang sekelilingku, tanpa godaan-godaan nakal anggota teater lain. Setiap pemain terlihat serius.Tibalah saat yang paling ditunggu-tunggu, yaitu pada saat ending. Sempat terbesit di pikiranku bahwa Rangga akan memintaku melunasi hutangnya di tukang pizza.
Kini Rangga sedang berakting, seolah mencariku, Sang Juliet-nya..Sampai akhirnya kita bertemu, dibawah sebuah pohon rindang, di suatu malam yang bertabur bintang nan terang.“Kamu tahu, bahwa aku ingin terus menjagamu di sisa hidupku. Aku selalu menginginkanmu di saatku terpuruk, saat senang, saat sepi, saat tawa, saat tergelap dan terangku, namun satu hal yang harus kamu ingat. Bila ujung waktuku tiba, bila aku harus meninggalkanmu sendiri, pergi dari dunia ini, ada pengecualian. Aku tidak ingin kamu menemani aku. Masa depanmu masih panjang, aku tak memintamu tetap disisiku selamanya.”
Semu terdiam, suasana gedung menjadi sepi senyap, laksana malam di kisah.“Bukan! Ini bukan dialognya, kamu salah”, dalam hatiku berkata.Aku sempat panik dan menginjak kakinya, namun Rangga tetap menatap mataku yang hitam legam tanpa bergeming,“Aku bukan lelaki yang patut kamu cintai. Aku bukan Romeo, yang bodoh, yang harus menyerah pada takdir, untuk mendapatkan yang diinginkannya. Aku hanyalah lelaki yang berserah kepadaNya dan tidak mau mengikuti apa keinginan dagingku. Kamu pun juga bukan Juliette, yang tidak patuh kepada orang tuanya.Kamu buka Juliette yang harus mengakhiri hidup menenggak racun untuk menemui Romeo-nya yang belum tentu jodohnya. Jika waktuku tiba nanti, tetaplah berjuang melanjutkan hidupmu, Julietteku sayang. Sebarkanlah cinta kita, bahwa cinta adalah hal yang sederhana. Yang tidak perlu ditukar dengan nyawa. Kamu hanya cukup mengenangnya di sini”, ucapnya seraya meletakkan tanganku didadanya.
Aku mendadak terdiam. Dialognya memang salah, namun aku dapat melihat, bahwa dia dapat membuat ratusan mata berlinang air mata. Tidak tua, tidak muda, laki-laki, maupun perempuan, merasa terharu dengan ucapannya. Termasuk Bu Prita yang tadi sempat memelototi Rangga.Tiba-tiba Rangga, menubrukku, dan memelukku dengan erat. Air mataku pun tak dapat ditahan lagi dan aku menangis, tak peduli jika riasanku terhapus. 
Sejenak, aku masih mengira Rangga masih berakting, namun tubuhnya memberat, dan darah segar membasahi jas sutranya yang berwarna putih. Kamu tak kuasa menopang berat tubuhnya, dan Rangga perlahan jatuh dari pelukanmu. “Rangga, kamu kenapa Rangga…?”, teriakku histeris. Beberapa orang di gedung itu menghampiri. Tubuh lemah Rangga digotong beberapa orang menuju sebuah rumah sakit yang terbaik di kotaku. Drama musical ditutup dengan ending yang tidak jelas.
                “Arggh.. Tuhan.. sakit…”, erangnya. Aku  terbangun, bau morfin dan obat bius lainnya menyambut kedatanganku dari wisata dunia mimpi. aku melirik jam tangan pemberian Rangga, pukul 23:40. 20 menit lagi tanggal 6 Januari, hari ulang tahun Rangga yang ke 23.“Kamu gakpapa, Rangga?”, tanyaku khawatir.‘Aku selalu ‘baik’ kok..”, katanya. Aku  tak kuasa menahan tangismu, “Nggak papa gimana? Kamu tadi pingsan ! Pingsan! Aku gak mau kehilangan kamu! Aku nggak siap!”, teriakku histeris.“Jangan nangis sayang.. Aku sayang kamu, dan aku tahu kamu juga sayang kamu. Aku mau ngrayain ulang tahun aku”, ucapnya lembut seraya menghapus air mataku menggunakan jemarinya yang ramping.“Nggak nyangka yaa.. Mama sudah nglahirin aku 23 tahun lalu, dan sekarang aku seperti ini. Aku sudah sebesar ini, punya pacar yang baik dan pengertian seperti kamu. Aku udah bertahan 6 tahun dari penyakit sialan ini. Jujur aku capek. Kalau nggak ada kamu aku nggak tau bakal jadi apa.”, jelas Rangga.
Aku  tak dapat membendung lagi air mata kamu dan menangis lagi.“Kamu ngomong apa sayang?” suaraku bergetar semakin hebat, tangisku tak dapat reda.“Sayang jangan nangis. Nyanyi dong buat aku. Buat ulang tahun aku..”, ajak Rangga yang sudah kebingungan bagaimana cara menenangkanku.“Tapi nggak pake nangis..”, tambahnya lagi.Aku menatap matanya, matanya selalu teduh dan indah. Kita memang telah membahas tentang ini ratusan kali, jika Rangga pergi, membahas bagaimana kelanjutan kisah cintaku. Rangga  selalu menyisipkan pesan dan semangat disetiap pembicaraan kita, namun ternyata sulit sekali. Saat ini aku merasa bahwa Rangga akan pergi meninggalkanku  dan kamu berharap Tuhan berbaik hati untuk mencabut nyawaku juga. Kamu bernyanyi pelan, dan kamu menangis lagi. “you know me so well boy, I need you… boy, I love you.. boy I HEART YOU….”
Saat laguku usai, aku melihat jam tanganku, pukul 00.03. “Happy birthday,Rangga.. Happy birthday,Rangga.. Happy birthday, happy birthday, happy birthday, Ranggaa…”ucapku lirih, namun tetap dengan tangis berderai. Aku dapat merasakan mata Rangga menutup perlahan, tangannya yang mendingin, dan wajahnya yang memucat.Monitor pendeteksi detak jantung di sebelah tempat tidur berubah menjadi garis lurus..“Makasih, udah mau bertahan selama ini buat aku”, kataku. Aku mengecup pipi Rangga, dan duduk di sampinnya. Aku  merasa pandanganku  menjadi gelap. Semua menjadi samar, dan rohku beringsut meninggalkan ragamu, menjadi ringan dan damai. Ya, aku telah menyusul Rangga ke sana. Melanjutkan kisah cintaku bersamanya.. selamanya…..


Nur Marlinda W.
@itsWulan
SMPN 2 Sidaorjo
Sidoarjo, Jawa Timur

80 komentar:

  1. penulisnya beliebers kan ?

    BalasHapus
  2. beneran bikin nangis euy
    terhanyut cerita saya
    two thumb up buat penulisnya

    BalasHapus
  3. Ya Tuhan .
    jangan sampe terjadi di dunia nyata ..
    itu sangat menyedihkan ..
    hkhkhkh..

    BalasHapus
  4. Asli bagus banget! Bakat banget kamu! Tingkatkan ya :)

    BalasHapus
  5. benar-benar membuat saya meneteskan air mata :'(
    semoga itu tidak terjadi di dunia nyata Tuhan :')

    BalasHapus
  6. benar bener bikin sedih terharu gak karuan pokoknya 2 jempol buat kamu

    BalasHapus
  7. Sumpah cerita mengharukan sekali,,,
    smpi ak jd nanggiz bnr an,,
    jd keinget masa lalu,,,
    4 jempol dh buat yg bikin nh cerita,,,
    trz berkarya lg yh,,

    BalasHapus
  8. ini aku penulisnya. nin cerpen uda agak lama, aslinya cerpen tentang Justin trus aku ganti Rangga. maaf kalo ada kata@ yg blom keganti. thanks :)

    BalasHapus
  9. sedih banget :'(

    BalasHapus
  10. bagus banget :D terharu aku ...

    BalasHapus
  11. sumpah, gue nangis bacanya.. salut gue sama yang buat :)

    BalasHapus
  12. ihh,,,habat lho,,,bsa bikin cerpen bagus kya gni....
    ampe nangis bca na... :'(

    BalasHapus
  13. itu cerita terakhirnya, yng cewe'nya juga meninggal.?

    BalasHapus
  14. Jadi nangis & terharu aku bacanya....

    BalasHapus
  15. bagus ;))
    aku jadi terharu :')

    BalasHapus
  16. i like this story
    this story make me so sad
    iwhis this story no be come tru

    hiks hiks hiks hiks hua hua ...............

    speech: we must love and unfortunately whit you cople

    BalasHapus
  17. keren banget critanya

    BalasHapus
  18. ceritanya keren banget...sampe gua nangis gini :'((

    BalasHapus
  19. gila.. keren abies.. Sukses banget buad aku nangis..

    BalasHapus
  20. cara nge pos cerita ke smashblast gimana ya?

    BalasHapus
  21. Gila! Keren abiezz...!!!!!!!
    sampe buat gue nagis : )

    BalasHapus
  22. ceritanya keren bangettt terharu banget sumpahhh

    BalasHapus
  23. Keren banget ceritanye!
    mengharukan,sampe buat aq nangis!

    BalasHapus
  24. Great ! Aku suka banget :D
    Tapi endingnya nih , itu cewenya mati gara gara apa yaa ? Kaya "gantung" gitu ceritanya ..
    Tapi so far KEREN ABIS ! Nangis bacanya ;)

    BalasHapus
  25. nangis aku baca crtanya :'((((((

    BalasHapus
  26. Sumpah gw nangis,keren

    BalasHapus
  27. sumpaah, nangis bacanya! semoga Tuhan mempersatukan mereka kembali di alam sana...

    BalasHapus
  28. nangis bacanya...
    aku jadi terbawa ceritanya nih...
    bagus deh bwt yg bikin
    good...

    BalasHapus
  29. Kharisma putri soekarta21 April 2011 02.58

    Duch,sdh bgt ending'na
    smpe2,hnyut oleh crita'na..berjuta2 jempol dech q brikan buat yg nulis..truz brkarya ya..

    BalasHapus
  30. benar2 membuat sya meneteskan air mata ..
    cerita nya mengharukan bgt ..
    :'(

    BalasHapus
  31. terharu banget..
    ini cerpen terbagus yang pernah kubaca!!

    BalasHapus
  32. Suer..... nie adalah cerpen yang bener2 buat gue nangis sejadi-jadinya..
    Salut ama pengarangnya!!
    Meskipun ada beberapa kata ganti orang yang salah dan membingungkan,, tapi jalan ceritanya bagus!!

    BalasHapus
  33. terharu banget baca ceritanya... salut buat penulisnya !!!

    BalasHapus
  34. wow


    -BRIZKA LAURANSIA-

    BalasHapus
  35. Rizka Rahma6 Mei 2011 05.54

    So sweettt

    BalasHapus
  36. hiks,,hiks,,, huaaaaaa.......... ceritanya sdih banget sampe nangis nih.....

    BalasHapus
  37. kak, ini saya, paparazi kakak, inget gak??

    BalasHapus
  38. oh no... bikin nangis sumpah

    BalasHapus
  39. nangiss... 10 tumbs up buat yg bikin dehh..

    BalasHapus
  40. bwat penulis'a 100
    bgus bgt, so sweet n setia bgt yg cwe ma rangga
    baca'a ampe sedih Hiks..

    BalasHapus
  41. really like this ..
    T.O.P B.G.T ..
    keren banget ..

    BalasHapus
  42. SUMPAH bagus banget crita,a ...
    bikin air mat mengalir saat membaca,a ...
    pgen deh punya crita cinta kaya gini ...
    pgen banget ...
    hehe :D

    BalasHapus
  43. @asmahan_forever10 Juni 2011 01.45

    duh,bener bener buat nangis...
    hiks..hiks..hiks..
    bener bener menyedihkan.aku jadi banyangin kalo beneran gmn ya??hiks hiks hiks....sedih!!
    klo buat pembuatnya good job aja deh!!
    hiks..hiks!!

    BalasHapus
  44. hmm yg buat jga BLB y?msh nge-fans sma justin?ajaib msh tahan sma perubahannya yg menurutku termasuk drastis...

    BalasHapus
  45. Bingung bacanya koq ada kata2 kamu huft g mudeng tp good luck deh !!!

    BalasHapus
  46. jujur keren bgt ceritanya,, nyampe nangis bacanya, walaupun bismanya cuma dikit tp keren bgt

    BalasHapus
  47. ceritanya bener-bener kaya romeo and juliet tapi lebih romantis dan sedih.... :'( bagus deh top :')

    BalasHapus
  48. FFS terbagus yang pernah aku baca top :')

    BalasHapus
  49. Siapa yang bikin ini? Jgn stop ya bikin fanfict-nya. Aku suka banget:) Lanj ;Dutkan!

    BalasHapus
  50. gila nih ceritaa.. keren banget, gaboong

    BalasHapus
  51. kereenn...
    bagus di bagian ending-nya.
    :)

    BalasHapus
  52. Baguss bangett...
    Aq ska bnget ma cerpen.yy..

    BalasHapus
  53. bagus bgt sieh.. aku sampe nangis bacanya,, terharuu.. ending cerita akhisrnya bagus.. tapi kenapa rangga harus mati ??

    BalasHapus
  54. sumppahhh nieh aku benr nangis sangking terharu.. ya tuhan berkatilah mereka,, jgn sampai ad di dunia nyata

    BalasHapus
  55. aaaaaaa ceritanya T_T jadi terhararu, jadi ikutan nangis T___T

    BalasHapus
  56. Bagus banget ceritanya,..... apalagi pas ending nya,.... sampai buat aku terharu, nangis, dan merinding......
    Good Luck ya buat penulisnya, dan terus berkarya..... :)

    BalasHapus
  57. WOOOWWW !!! kereen , 2 thumbs up 4 u

    + ViOna +

    BalasHapus
  58. beneran bikin nangis,terharu bgt

    BalasHapus
  59. so far this is a great story.. but correction kata pengganti orangnya buat bingung! but,ini ceritanya keren kok (y) (y)

    BalasHapus
  60. Asyikk jugha crita.a chint ...
    sEruu seruu seruu

    BalasHapus
  61. jdi kesimpulannya mreka meninggal gtu aq bcanya pindah pindah soalnya males baca lagi badmood

    BalasHapus
  62. Anisa Triandha Utami mengatakan ...
    Cerpen.na buad qhu nangis T_T
    Good Job form penulis.na

    BalasHapus
  63. trharu banget ,, sampai buat aku nangis,,
    ini kayak romeo dan juliet yg sebenar deehhh,,,
    ngak perlu meminum racun spya dpat brsama ,, namun pake kekuatan cnta,,
    tahniah buat pngrangnya,, hbat skali,,

    BalasHapus
  64. SMASH_BLAST RANGGA FOREVER29 November 2011 02.38

    Endingnya,huaaaaaaa!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!:(
    Aq mawu nangis,soalnyaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa..........................Hikssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssss...!!

    BalasHapus
  65. Aku udh tau kalo cerita ini bakal sedih :'(
    Dari pertama , aku udh nangis :'(
    Thanks buat yg buat yaa... :')

    BalasHapus
  66. Della Nasirach Aiayah30 Desember 2011 02.23

    OHHHHHHHHHHHHHHHH !!!!!!!!!!!! :(

    BalasHapus
  67. hahahahah kak Nur Marlinda W. panjang amat kak ceritanya tapi bagus loh....

    hahaha buat yang baru lagi dong...

    BalasHapus
  68. *hiks..hiks..
    nangis nih.. :'(
    cerita ny nyentuh bngt..
    good job u/ yg bwt cerpen ini..

    BalasHapus
  69. So sweet bngts....
    Smpe ikutan nangiz gra" bca crpen.aa
    A+ bwat yg nulis

    BalasHapus
  70. Smashblast Dan Bismaniac forever16 Mei 2012 18.19

    bagus ... apalagi kak bisma yang ada disana ... heheheheh
    tapi gapapa deh good cerpennya ...

    BalasHapus
  71. T.T~ sediihhhh~~ :'((((((

    BalasHapus
  72. oh...critanya mereka berdua sama2 meninggal gt?maaf kalo salah ._.V
    -----Nadya-----

    BalasHapus
  73. Terharu banget! Bagus ceritanya

    BalasHapus
  74. Sofea Nadira31 Juli 2013 23.32

    Makasih udah nge-share nya... :')

    BalasHapus

Respect n Comment: